Search This Blog

Rabu, 05 Januari 2011

PROYEK PEMBANGUNAN SALURAN AIR


BOMING KUNCI KEBERHASILAN XVIII
PROYEK PEMBANGUNAN SALURAN AIR


Hajj pun usai lalu mereka mengadakan pesta bersama di kota suci tentu bagi musyafier tak ada pesta sia-sia mereka sekarang dalam kesetaraan yang sebenarnya, dan tak membedakan guru, murid dan miskin atau kaya

Sambil berpesta mereka berbicara pengalaman masing-masing Sang musyafier kaya: masih sedikit terlihat membanggakan harta namun tak mempengaruhinya karena memang ia dan ayahnya memang kaya raya  sang guru mulai serius bicara dan yang lain mendengarkanya

Sang guru: begini kawan saya sudah tiga tahun membuka usaha air atas prakarsa teman-mu ini, tapi sudah setengah tahun layanan meningkat tajam saya khawatir sepulang hajji sudah tak memenuhi kuota karena tenaga kami sangat terbatas,  Sang murid: guru saya justru mau wakaf air untuk masjid kalau guru sanggup

Sang guru berkata: saya pasti sanggup asal kamu bisa membayar untuk 1 tahun lalu sang murid berkata: saya hitung apa uangku cukup lalu diam sejenak, dan berkata: begini guru aku sanggup untuk 6 bulan, lalu mereka terdiam musyafier kaya berkata: guru rencana apa hingga meminta bayar setahun

Sang Guru menjawab: seandainya teman mu ini sanggup membayar setahun saya akan membangun kolam penampungan ditanah pekaranganku dekat masjid lalu aku akan meyalurkan air dari sumber dan rencana akan meminta pada pelangan untuk membayar 3 bulan dimuka niscaya tenaga pelayanan akan semakin ringan

Musyafier kaya: guru yakin orang Negeri Glamour mau membayar dimuka..? melihat dari traumatis sosial, saya yakin mereka takut di tipu karena ini bukan kapsitas anda di hadapan mereka, melihat dari hal yang pernah terjadi pada guru. Sang Guru menjawab: benar traumatis negeri itu sangat akut bila yang bicara itu saya tapi saya yakin bila engkau yang bicara mereka akan percaya, karena mereka memandang segala sesuatu dari tampilan luar, saya akui engkau berkapsitas untuk bicara dan di bantu oleh sang konsultan “Rahasia Agar Tak Bisa Ditipu” sambil meledek sang murid Sang murid berkata: saya bisa meyakinkan mereka bahwa guru dan Musyafier kaya orang baik-baik

Musyafier kaya berkata: ok saya bantu bicara dengan segala keyakinan yang aku milik, atas dorongan kalian, berdua insya Allah rencana ini akan terselenggara ada-nya. Lalu mereka mulai menghitung ternyat biayanya sangat besar ketika di hitung dan uang tiga bulan tak akan cukup untuk membangun salura air yang ada. Musyafier kaya berkata: apa guru tak punya tabungan ..? Jawab guru: punya dan sudah saya kalkulasi tetap tak cukup adanya.

Musyafier kaya berkata: begini berapa tahun guru sanggup kembalikan bila ada yang memberikan pinjaman..? Jawab guru: tiga tahun aku sanggup mengembalikan plus hasil syirkah-nya. Musyafier kaya berkata: saya akan bantu itu tapi tidak cuma-cumakan..? Jawab guru: ya.., ya tau yang saudara maksudkan.. apa anda membawa uang itu

Musyafier kaya berkata: saya hanya membawa bekal secukupnya karena temanku ini menasehatkan bagaimana saya harus mengelola uangku, dengan 6 keping emas aku membayar nasehatnya dulu, namun sekarang uang kami telah semakin berkembang hehe … Jawab guru: lalu kapan akan memberi pinjaman itu..,

Musyafier kaya berkata: setelah kita sampai di Negeri Glamour dengan modal uang guru dan uang sang konsulatan ini yang akan membayar 6 mbulan di muka, Sang guru percaya kapasitas Musyafir kaya lalu mereka kembali kenegeri Glamour Setelah sampai sang musyafier kaya menanyakan perihal bagaimana kerjasama ini. Musyafier kaya berkata: bagaimana kita memulai proyek ini ..? Sang guru: saya percaya engkau berkapasitas untuk memimpin proyek dan usaha ini

Musyafier kaya berkata: Bimillah dengan bantuan temanku dan  nasehatnya saya bisa Terlebih di dampingi Tuan guru hehe Musyafier kaya melajutkan bicara dan berkata: Begini saya bukan hanya akan membangun saluran sampai di depan masjid, saya khawatir kuota aliran membeludag ahirnya kelebihan air tak mampu di bendung saat itu jadi masalah. Sang guru memotonng pembicaraan: hehehe benar juga anda, itu tak terfikirkan oleh ku. Sang Musyafier melanjutkan pembicaraan: saya akan membangun saluran itu sampai kerumah pelanggan hingga airan bisa dibagi-keseluruh pelanggan dan kita dapat mengatur sesuai kebutuhan bagai mana pendapat mu wahai temanku..? (tanya musyafierpada temannya)

Sang murid bicara: begini benar yang engkau katakan dan kita harus punya kontrol di bukit, sehingga saat kuota air membludag harus di alirkan ke tempatnya disana, lalu sang guru dan musyfier bersamaan berkata: betul itu saudaraku. Sang Musyafier melanjutkan: kita memang akan membangun salura air ini bahkan sampai di tempat mereka, dan pelanggan hanya akan dibebani  membayar saluran dari jalan sampai ke penampugan mereka itu, hanya membutuhkan biaya untuk membaya 15 hari saja jadi tidak 3 bulan karena uang pinjaman itu cukup untuk membangun sampai jalan depan rumah para pelanggan.

Lalu rencana itu di sampaikan kepada Baitusy syirkah (Bank). Sang Musyafier berbicara pada pimpinan Baitusy syirkah tentang rencana itu, pimpinan pun setuju akan proyek ini. Ternya pimpinan Baitusy syirkah sahabat lama ayahnya namun tetap aliran pinjaman sesuai prosedur, pinjaman itu akan di gulirkan bila timsurvai menyetujui atau berpendapat layak. Dan lembaga syirkah mengirim utusan untuk survai kearea proyek, dan mengirim utusan kenegeri Musyafier kaya untuk bertaya kebenaran putranya apakah benar atau mengada-ada

Dengan modal yang telah ada dari uang sangmurid yang membaya 6 bulan di muka dan tabugan sangguru di mulailah proyek dan pembangunan penampungan awal, sambil menunggu pinjaman Baitusy syirkah, suatu hari  tim survai datang dan meliha pekerjaan proyek yang sudah dimulai  dengan mebangun di dekat masjid dipekarangan sangguru,
Dan setelah tiga bulan utusan dari negeri Musyafier kaya datang dan menyampaikan kebenaran pimpinan proyek adalah putra teman lama pimpinan baitusyirkah, Pinjamanpun diturunkan sesuai kebutuhan lalu di bangun saluran sesuai masa itu, dan pelanggan pun mengerti lalu mereka memabayar 15 hari di muka

Dari uang tersebut kelak akan mengalir air ketemapat mereka bahkan yang tadinya tidak berlangganan dan tidak membeli secara ritail guci perguci, kini mereka ikut berlangganan dengan mebayar 15 hari di muka dan kini mereka tiggal menunggu air megalir sampai di tempat mereka, pembangunan punterus dilakukan setelah enam bulan pembangunan telah sampai di ujung kota itu. Yaitu di dekat masjid terpencil di ujung kota dan benarlah mereka mulai merasakan hasilnya, yakni pelayanan ritail pun semakin mudah. Dari satu masid kemasjid berikutnya saluran di alirkan, dan setiap rumah yang terlewati proyek dan telah membayar 15 hari mulai di airi air, pembangunan terus bergulir sampai proyek selesai

0 komentar: