Search This Blog

Rabu, 05 Januari 2011

MENSEJAHTERAKAN SIFAKIR MERINGANKAN PENDUDUK


BOMING KUNCI KEBERHASILAN XIV
MENSEJAHTERAKAN SIFAKIR MERINGANKAN PENDUDUK

Sang pengemis buntung terus melakukan pekerjaan-nya
Dan ia semakin ikhlas dalam menjalani hidup karena rahmat-Nya
Selalu Nyata saat manusia ikhlas atas qadar yang terjadi dalam dirinya
Dan hari ini adalah jumat ke27 dalam pertemuan dengan sang murid
Ternyata sejak pertemuan kedua sang pengemis buntung telah
Mengalami perubahan, dalam hidup setiap hari banyak orang terhormat
Menghampirinya dan minta di do’akan oleh sang guru yang shalih

Sejak saat itu sang guru bukan lagi sebagai pengemis buntung
Melainkan telah mejadi seorang sesepuh yang selalu di mintai bantuan
Untuk mendoakan orang di Negeri Glamur itu dengan berbagai permohonan
Dan Nama baik sang guru kini telah pulih 100% bahkan menjadi terhormat
Dan di minggu ke27 adalah hari pertama kali sang guru bicara di publik
Atas prakarsa sang murid yang sedang memulihkan nama baik sang guru
Setelah mayoritas penduduk paham, maka di pertemuan kedua puluh tujuh

Di hari ulang tahun Negeri, perjamuan akbar diisi oleh Sang guru  
Dan Sang guru membicarakan kemaslahatan ummat dan orang fakir
Sang guru mengajukan pertanyaan seperti yang pernah ditanyakan murid
Tentang air kepadanya: barapa saudara-saudara sehari menggunakan air..?
Lalu mayoritas orang menjawab: untuk setiap mandi satu guci,
Untuk sekali wudu setengah guci dan untuk masak dan mium dua guci
Untuk mencuci pakaian atau cadangan tamu 2 guci dan sebaian ada yang lebih

Saat itu masih sangat sedikit orang yang menyuruh orang lain tuk mengambil air
Lalu Sang guru menanyakan berapa jam waktu yang di gunakan untuk air
2 atau 3 jam kebanyakan mereka merasa membuang waktu untuk sekedar air
Saya usulkan kepada saudara-saudar bagaimana jika kalian membeli air dariku
Dan saya akan mempekerjakan para pengemis di kota ini untuk megambil air
Lalu iapun menjadi pengusaha air di kota itu dan tiap hari mereka membawakan air
Bagi orang-orang yang sepakat saat itu hadir di perjamuan akbar Negeri Glamour

Dan pengmis-pengemis yang yang selama ini di bantu pengemis buntung
Akhirnya membantu, dengan gaji yang sangat mensejah terakan mereka
Akhiranya pengemis-pengemis sudah tak mengemis dan menjadi penjual air
Hal ini berlangsung beberapa tahun sang murid pun terus menjadi kosultan
Pengemis sekarang setiap pagi sampai sore membawa air yang dijual
Setelah malam harinya mereka belajar agama kepada Sang guru
Sang guru masih terus menjadi sesepuh yang mendoakan mereka

Dan orang-orang yang didoakan semua selalu memberi uang tanpa diminta
Dan penduduk merasa di ringankan setelah pengemis menjual air pada mereka
Sungguh kebersamaan membuat mereka saling diringankan satu dengan lainnya
Orang-orang yang biasa membuang waktu hanya sekedar untuk mengambil air
Kini bersama keluarga atau bekerja dan diantara mereka ada yang berusaha
Hingga kesejahteraan semakin terasa antara mereka oleh karena kebersamaan
Dan mereka saling menguntungkan satu dengan lain dalam kemasyarakatan

0 komentar: